Kata Kunci  
SELAMAT DATANG DI WEBSITE SATKER PENGEMBANGAN PLP JAWA TENGAH
Kamis, 17 Agustus 2017
Urban Drainage System Improvement In Semarang City

Pembangunan Kolam Retensi Semarang
Ditulis tanggal : 01 - 12 - 2011 | 09:26:44

Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dengan penduduk 1.434.000 jiwa pada tahun 2006. Letak Kota Semarang sangat strategis dalam konteks nasional maupun regional, tumbuh sebagai kota industri dan perdagangan yang pesat. Kota semarang tiap tahun dilanda banjir khususnya di musim hujan dan kekurangan air bersih di musim kemarau. Selanjutnya, di bagian pantai kota Semarang, pada 10 tahun terakhir terjadi amblasan (landsubsidence) yang terus berlangsung dan dipercepat adanya pengambilan air tanah berlebihan.

Disisi lain pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan perekonomian yang cepat memperburuk kondisi sistem drainase kota Semarang, kapasitas drainase tidak mampu menampung kondisi tersebut disebabkan beberapa hal antara lain :

1.  Semakin besarnya daerah terbangun, berdampak semakin besarnya surface run off yang mengakibatkan banjir dimusim hujan dan semakin kecilnya air hujan yang masuk kedalam tanah (infitration rate) sebagai ground water recharge.

2.  Semakin banyaknya volume air limbah penduduk dan sampah yang masuk ke dalam Sistem Drainase Kota Semarang.

3.  Semakin besarnya erosi permukaan tanah dan menambah volume sedimen masuk kedalam saluran –saluran drainase kota dan penurunan kapasitas penyaluran air drainase ke laut.

Maksud dan tujuan dari perbaikan sistem drainase Kota Semarang adalah :

1.  Mengurangi genangan akibat rob (air laut pasang) dan air hujan di Kota Semarang kawasan antara Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur.

2.  Mengurangi masalah “investment disaster” dan “environment disaster”. Sehingga dimungkinkan adanya investasi-investasi dan kesempatan kerja baru.

3.  Terwujudnya lingkungan permukiman perkotaan yang layak, sehat, bersih,   aman dan serasi dengan linkungan sekitarnya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Untuk mengatasi masalah banjir karena air rob dan hujan di Kota Semarang kawasan antara Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur perlu adanya upaya perbaikan drainase. Ada 5 saluran drainase primer yang ada di wilayah ini yaitu Kali Bulu, Kali Semarang, Kali Asin, Kali Baru dan Kali Banger. Sistem dalam komponen C (Kali Baru, Kali Asin, Kali Semarang) akan di danai LOAN JICA IP 534. Sedangkan untuk Sistem Drainase Kali Bulu sekarang pada tahap Feasibility Study dan Detailed Engineering Design. Untuk Sistem Drainase Kali Banger akan diperbaiki dengan dana sharing dari pemerintah belanda, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota Semarang. Adapun lingkup pekerjaan perbaikan Sistem Drainase Kali Semarang, Kali Asin dan Kali Baru Adalah Sebagai Berikut :  

1.       Perbaikan Sistem Drainase Kali Semarang.

1.1 Pembangunan Pompa Drainase, Pintu Air,Sarangan Sampah (Trash     Rack) dan Kolam Retensi, dengan kapasitas :

·   Pompa Drainase kapasitas 30 m3/dt. Terdiri dari 5 m3/dt. (5 Unit) dan 2,5 m3/dt. (2 unit) dilengkapi dengan pompa cadangan 5m3/dt (1 unit). Pompa penyedot lumpur kapasitas 3m3/mnt (1  unit).

·    Pintu air 5 unit, ukuran Txl = 2,2 mx4,0 m.

·    Kolam retensi dengan daya tampung rencana 170.000m3  seluas 6,0 ha.

·    Tanggul darurat (emergency spilway) 16m

 

1.2 Revetment corrugated concrete sheet pile di kedua sisi Kali  Semarang.

1.3  Pengerukan dasar Kali Semarang -6.550 m.

1.4  Membuat Box Culvert di sebelah selatan jembatan Kali Semarang.

1.5 Groundsil untuk mengontrol elevasi dasar Kali Semarang disebelah selatan jembatan Kali Semarang jalan lingkar utara.

2.       Perbaikan Sistem Drainase Kali Asin.

2.1  Revetment corrugated concrete sheet pile dikedua sisi Kali Asin.

2.2  Pengerukan dasar Kali Asin -1.200 m.

2.3  Membuat box culvert sepanjang 200 m, untuk mengalirkan air drainase dari kelurahan Purwosari dan sekitarnya masuk ke Kali Asin.

2.4  Membuat jalan inspeksi sepanjang138 m, terletak di tanggul kanan Kali Asin didekat pertemuan dengan Kali Semarang .

3.       Perbaikan sistem Drainase Bandarharjo (Kali Baru).

3.1      pengerukan dasar Kali Baru sepanjang 950 m.

3.2      Pembangunan fasilitas pengendali banjir di bagian hilir Kali Baru.