Kata Kunci  
SELAMAT DATANG DI WEBSITE SATKER PENGEMBANGAN PLP JAWA TENGAH
Rabu, 28 Juni 2017
Berita

Focus Group Discussion (FGD) Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat
Ditulis tanggal : 08 - 11 - 2016 | 00:00:00

Bidang persampahan sebagai salah satu sektor sanitasi memiliki permasalahan yang cukup signifikan. Sampai saat ini pengelolaan sampah hanya berkutat dalam masalah pengangkutan dan pembuangan atau terkesan hanya memindahkan sampah dari lingkungan masyarakat ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sampah. Beberapa dampak yang diakibatkan pengelolaan sampah yang kurang baik yaitu munculnya penyakit (diare, kolera, tifus, dll), banjir yang disebabkan pendangkalan sungai/saluran akibat sampah dan kualitas lingkungan buruk.

Terbitnya Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang intinya adalah mengurangi sampah dimulai dari sumbernya adalah sebagai upaya Pemerintah untuk mengajak elemen masyarakat, produsen, konsumen dan municipality untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Pelibatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah telah dilaksanakan oleh hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Adanya program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendampingan masyarakat dan pembangunan prasarana dan sarana TPST di beberapa tempat di Jawa Tengah telah memberikan bukti nyata dapat memberi dampak signifikan dalam peningkatan kualitas lingkungan dan cakupan layanan persampahan. Namun pelayanan sampah tetap masih jauh dari target capaian, sehingga perlu didorong selalu untuk usaha pencapaiannya.

Agar program yang telah dilaksanakan dapat berkelanjutan tidak lepas dari peran Pemerintah Daerah untuk menjamin kegiatan dapat bermanfaat. Terkait hal tersebut, pada hari jumat (4/11), Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PSPLP) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai upaya percepatan pelayanan persampahan. Acara dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 4-5 November 2016, di Hotel Neo Candi, Semarang.

Pada kesempatan FGD tersebut disampaikan konsep 7R untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Konsep 7R yaitu Reduce, Reuse, Recycle,Replace, Repair, Re-sorting dan Reseponsibility, merupakan peningkatan dari konsep 3R yang telah ada ditambah 4R yang pada prinsipnya menekankan perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Peserta FGD berasal dari institusi Dinas PU, BLH, Bappeda, KSM dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Grobogan.

Hasil kegiatan tersebut diharapkan antara Pemerintah Daerah dan kelompok swadaya masyarakat dapat saling bersatu padu dan bersepakat demi keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungannya. Pada kegiatan itu setiap kelompok masyarakat yang hadir juga menyusun Rencana Tindak Lanjutnya.


KOMENTAR

TIDAK ADA KOMENTAR

Silahkan isi form dibawah ini untuk menuliskan komentar Anda

Nama :


Email :


Judul :


Komentar :


Kode :
 Masukkan kode di bawah ini