Kata Kunci  
SELAMAT DATANG DI WEBSITE SATKER PENGEMBANGAN PLP JAWA TENGAH
Kamis, 17 Agustus 2017
Berita

Diskusi Panel Penanganan Permasalahan Pantai di Teluk Semarang
Ditulis tanggal : 14 - 05 - 2014 | 00:00:00

Dalam rangka memperingati hari air dunia XXII tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2014, pada tanggal 14 Mei 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan diskusi panel membahas tentang penanganan permasalahan pantai di Teluk Semarang, bertempat di Guntur Hall Hotel Grasia Semarang.

Diskusi ini di buka oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo dengan mengundang beberapa narasumber diantaranya Ir. Siswoko Sastrodihardjo, Dipl. HE dari KNI ICID Indonesia, Prof. DR. Ir. Sutrisno Anggoro, MS dari Ikateksi UNDIP / FPIK UNDIP, Prof. DR. Ir. Suripin, M. Eng dari Ikateksi UNDIP, Mr. Cao Heng Fang dari CCCC Tian Jin (China), Dipl. Ing. John. Wirawan dari Ecolmantech dan Mr. Mitsuo Miura dari OCC – JICA (Jepang).

H. Ganjar Pranowo dalam sambutannya menekankan kepada para peserta Diskusi Panel Masalah Sea Great  Wall Kota Semarang, agar dapat memberi solusi yang dihadapi daerah pantura khususnya Kota Semarang, mengingat Kota Semarang merupakan pintu gerbang perekonomian di Jawa Tengah, sekaligus sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah, dimana segala hal yang terjadi terkait dengan sumber daya air akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, maka penanganan pantai di Teluk Semarang harus ditangani secara terpadu oleh semua instansi terkait baik Pusat, Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal dan Pemerintah Kabupaten Demak.

Dari hasil diskusi diperoleh beberapa solusi untuk penanganan permasalahan pantai di Teluk Semarang diantaranya perlu dilakukan penelitian yang komprehensif atas semua permasalahan di Teluk Semarang dari hulu sampai hilir dari semua aspek, strategi penanganan hendaknya tidak meninggalkan  prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan, dan kemudian juga penanganan permasalahan harus terpadu dengan sistem drainase perkotaan dan sistem pengendalian banjir yang berkelanjutan.

Dan beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini diantaranya melanjutkan kelengkapan sistem pengelolaan rob dan banjir Semarang yang sekarang sudah ada (Waduk Jatibarang, Kanal Banjir Barat, Polder Kali Semarang dan Rencana Polder Banger, Rencana Revitalisasi Kanal Banjir Timur) dengan melakukan evaluasi atas kinerja sistem yang sudah ada termasuk daya dukung dan kinerja aspek operasi dan pemeliharaannya, juga diperlukan kajian mendalam multi disiplin tentang oceanografi, hidrologi, social engineering kawasan pesisir Teluk Semarang yang terintegrasi dan terpadu dengan mempertimbangkan climate change yang akan terjadi serta mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Pola Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) WS, Rencana PSDA WS dan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (RPDAS) nya dikombinasikan dengan ide serta inovasi baru.