Kata Kunci  
SELAMAT DATANG DI WEBSITE SATKER PENGEMBANGAN PLP JAWA TENGAH
Kamis, 24 Juli 2014
PESERTA WAWANCARA REKRUTMEN TFL SPBM USRI TA 2014
Klik di sini




1 2 3 4 5
Seremonial Tahap Pengecoran Akhir Kolam Retensi dan Penghargaan No Accident Dalam Pekerjaan PC.1
Kolam retensi yang telah dibangun Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementrian PU melalui Satker Pengembangan PLP Provinsi Jawa Tengah memasuki tahap pengecoran akhir, tepat di akhir bulan Juni 2014. Pembangunan kolam retensi yang dimulai tahun 2011 sudah memasuki tahap akhir, dan telah dilakukan seremonial tahap pengecoran akhir pada lokasi Retaing Wall oleh Hotma Ulitua Y.S,ST,MT sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Metropolitan Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah yang disaksikan oleh Mr Miura dari Oriental Consultan (Jepang) dan perwakilan dari PT. Adhi Karya-PP dengan total pengecoran 12,553 m³. Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaaan kepada PT. Adhi Karya-PP dalam
Pelatihan TFL Sanimas - USRI Tahap II TA 2014 Provinsi Jawa Tengah
Permasalahan drainase berkaitan erat dengan masalah sosial perkotaan, dengan perkembangannya kawasan bisnis dan perumahan sehingga berdampak pada alih fungsi lahan dari daerah resapan air menjadi daerah permukiman penduduk. Bertempat di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah (12/6), PT Widha memberikan paparan pendahuluan tentang Master Plan atau DED (Detail Engineering Design) Sistem Drainase Kabupaten Tegal di hadapan Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah. Dalam paparannya, PT Widha menjelaskan latarbelakang dalam penyusunan Master Plan sistem drainase Kabupaten Tegal yaitu permasalahan genangan khususnya di daerah perkotaannya yang didalamnya adalah perkantoran dan permukiman penduduk, yang menjadi permasalahan klasik tiap musim penghujan. Dengan
Penyusunan Master Plan Sistem Drainase Kabupaten Tegal
Permasalahan drainase berkaitan erat dengan masalah sosial perkotaan, dengan perkembangannya kawasan bisnis dan perumahan sehingga berdampak pada alih fungsi lahan dari daerah resapan air menjadi daerah permukiman penduduk. Bertempat di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah (12/6), PT Widha memberikan paparan pendahuluan tentang Master Plan atau DED (Detail Engineering Design) Sistem Drainase Kabupaten Tegal di hadapan Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah. Dalam paparannya, PT Widha menjelaskan latarbelakang dalam penyusunan Master Plan sistem drainase Kabupaten Tegal yaitu permasalahan genangan khususnya di daerah perkotaannya yang didalamnya adalah perkantoran dan permukiman penduduk, yang menjadi permasalahan klasik tiap musim penghujan. Dengan
Penyusunan Master Plan Sistem Drainase Kabupaten Pekalongan
Bertempat di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, PT Indra Karya (Persero) wilayah II memberikan paparan pendahuluan tentang Master Plan atau DED (Detail Engineering Design) Sistem Drainase Kabupaten di hadapan Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dalam paparannya, PT Indra Karya menjelaskan latarbelakang dalam penyusunan Master Plan sistem drainase Kabupaten Pekalongan yaitu permasalahan genangan khususnya di daerah perkotaannya yang didalamnya adalah perkantoran dan permukiman penduduk, yang menjadi permasalahan klasik tiap musim penghujan. Permasalahan drainase berkaitan erat dengan masalah sosial perkotaan, dengan perkembangannya kawasan bisnis dan perumahan sehingga berdampak pada alih fungsi lahan dari
Pelatihan KSM Program 3R Provinsi Jawa Tengah TA 2014
Paradigma masyarakat tentang sampah sudah saatnya berubah, yang menganggap sampah sebagai limbah dan membuang di sembarang tempat kemudian memperlakukan sampah yang hanya kumpul, angkut dan buang harus segera di perbaiki, karena itu semua akan berimbas pada pencemaran lingkungan. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman melakukan Pelatihan KSM Program 3R (Reduce-Reuse-Recycle) Provinsi Jawa Tengah TA 2014 pada tanggal  10 - 11 Juni 2014 di ruang Krypton 2 Hotel Neo Candi Semarang Jalan Letnan Jenderal S. Parman No.56, Semarang dan dibuka oleh Kasatker PPLP Jawa Tengah yang diwakili oleh Subagyo Amd. Pelatihan KSM ini diikuti 20 peserta dari KSM (Kelompok
Sosialisasi Dan Pembekalan Roadmap SANITASI Provinsi Jawa Tengah
Bertempat di lantai IV ruang sidang BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah Sosialisasai dan Pembekalan Roadmap Sanitasi Provinsi Jawa Tengah dibuka oleh Suharyo mewakili Ketua Pokja AMPL Jateng dari BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, yang dihadiri kurang lebih 21 peserta dari berbagai Dinas/SKPD terkait. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan peran dan tugas Pokja AMPL adalah mengkoordinasikan dan membantu tugas gubernur dalam pembangunan air minum, limbah dan sanitasi yang dikelola dari berbagai dinas diantaranya adalah Dinas Cipta Karya,, PU, BLH, BAPERMAS, Kesehatan, Ciptakaru dan SKPD lainnya. Richard Daniel dari USDP pusat banyak memberi masukan pada anggota Pokja AMPL yang hadir “support pusat dalam penyusunan roadmap sanitasi
Pemilihan Duta Sanitasi 2014 Provinsi Jawa Tengah
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah menyelenggarakan Pemilihan Duta Sanitasi Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 yang dilaksanakan hari Senin (19/05) sampai Rabu (21/05) di Diamond Ballroom Hotel Quest Semarang Jalan Plampitan, Semarang Tengah Semarang. Pemilihan Duta Sanitasi Provinsi Jawa Tengah kali ini diikuti 31 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, dengan mengirimkan duta putra-putri terbaik Kabupaten/Kota setingkat SLTP, untuk mengikuti lomba Karya Tulis dan lomba Poster antar SLTP/MTs. Pemilihan Duta Sanitasi Provinsi Jawa Tengah tahun 2014, dibuka oleh Hj.Atikoh Ganjar Pranowo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Istri
Diskusi Panel Penanganan Permasalahan Pantai di Teluk Semarang
Dalam rangka memperingati hari air dunia XXII tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2014, pada tanggal 14 Mei 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan diskusi panel membahas tentang penanganan permasalahan pantai di Teluk Semarang, bertempat di Guntur Hall Hotel Grasia Semarang. Diskusi ini di buka oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo dengan mengundang beberapa narasumber diantaranya Ir. Siswoko Sastrodihardjo, Dipl. HE dari KNI ICID Indonesia, Prof. DR. Ir. Sutrisno Anggoro, MS dari Ikateksi UNDIP / FPIK UNDIP, Prof. DR. Ir. Suripin, M. Eng dari Ikateksi UNDIP, Mr. Cao Heng Fang dari CCCC Tian Jin (China), Dipl. Ing. John. Wirawan dari
Pelatihan BKM dan KSM SANIMAS - SPBM USRI Provinsi Jawa Tengah TA 2014
Program SANIMAS – SPBM USRI  dimaksudkan  untuk meningkatkan kualitas  kesehatan  masyarakat melalui  upaya peningkatan cakupan layanan sanitasi dengan pendekatan  berbasis masyarakat dan target penerima manfaat khususnya adalah masyarakat  yang tinggal di  kawasan perkotaan yang berpenduduk relatif padat, rawan sanitasi, dan diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman melakukan Pelatihan BKM dan KSM SANIMAS - SPBM USRI Provinsi Jawa Tengah TA 2014 pada tanggal 09 sampai 11 Mei 2014 di Hotel Pandanaran Jalan Pandanaran No 58 Semarang. Pelatihan BKM dan KSM SANIMAS - SPBM USRI Provinsi Jawa Tengah TA 2014 di buka oleh Ir Tekad
Persiapan Kunjungan BPK Dan Percepatan Penyelasaian RKM Program USRI 2014
Rakor PPIU di Ruang Rapat Satker Air Minum Dincipkataru Prov Jateng  Jl. Gajah Mungkur Selatan No. 14-16 Semarang, Selasa 6 Mei 2014 yang dihadiri oleh RPMC, DCT, PPIU, DPIU dan TFL Tehnik dibuka oleh ibu Susanti Puji Lestari,ST selaku sekretaris PPIU, dalam sambutan beliau mengungkapkan Tahun 2014 merupakan tahun terakhir dalam penyelenggaraan SPBM – USRI untuk kegiatan tahun 2013 diharapkan dapat selesai 100% pada bulan Maret 2014, akan tetapi sampai bulan April 2014 masih terdapat lokasi Kab/kota  yang progresnya dibawah 50% . Untuk itu mohon kepada RPMC bersama DCT ybs dapat secara intensive mendampingi dan memantau perkembangannya, serta secara rutin
Workshop Bagi Organisasi Perempuan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Workshop Bagi Organisasi Perempuan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 dengan tema Peluang Usaha Bagi Perempuan “Dulu Sampah Kini Menjadi Berkah”, yang berlangsung tanggal 16 April 2014 di Gedung Dekranasda Pramuka Provinsi Jawa Tengah Lantai 4 Jalan Pahlawan No 8 Semarang. Kegiatan workshop ini mengundang dari 35 Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota, Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Dharma Wanita Provinsi Jawa Tengah, Dharma Wanita Dinciptakaru Provinsi Jawa Tengah, Persit Kartika Chandra Kirana PJ
Training of Trainer TFL Sanimas TA 2014
Training of Trainer Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanimas Jawa Tengah TA. 2014 berlangsung pada Hari Jum’at Tanggal 02 April 2014 di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, yang dibuka oleh Denny Kumara, ST. MT selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Infrastuktur PLP Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Training of Trainer TFL Sanimas Jawa Tengah diikuti personil TFL yang ditugaskan di 2 Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, dengan pembagian 2 kelas yaitu kelas pemberdayaan dan kelas teknik. Narasumber yang mengampu kelas pemberdayaan adalah Wahyu Haryanto, ST (STFL Sanimas 2014) dan untuk kelas teknik adalah Ir. Ibnu Singgih
Kick Off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP)
Bertempat diruang rapat lantai 6 BAPPEDA Propinsi Jawa Tengah, Kick Off Meeting Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPPS) dibuka oleh Hardo, ST, M.Si selaku sekretaris Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah. Di Provinsi Jawa Tengah 32 Kabupaten/Kota sudah melaksanakan penyusunan Buku Putih Sanitasi (BPS), Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Memorandum Program Sanitasi (MPS), sedangkan Kabupaten Wonogiri, Semarang dan Tegal tahun 2014 akan dilaksanakan penyusunan MPS. Rendahnya akses penduduk terhadap pengelolaan sanitasi disebabkan belum memadainya perangkat peraturan yang mendukung pengelolaan air limbah, masih rendahnya kesadaran pelaku akan pengelolaan air limbah yang layak, minimnya pengelola air limbah yang kredibel dan profesional, belum tersedianya rencana
Rapat Koordinasi Program SPBM USRI Bulan Februari 2014
Rapat Koordinasi Program SPBM USRI untuk Bulan Februari 2014, baru terlaksana pada tanggal 04 Maret 2014 bertempat di ruang rapat Satker PPLP Jawa Tengah. Rakor diawali dengan perkenalan tim TFL SPBM USRI 2014 di masing-masing Kabupaten/Kota dan tim Satker yang menangani Program USRI di tahun 2014 ini, seperti biasanya rakor SPBM USRI dibuka oleh Denny Kumara, ST. MT selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Infrastuktur PLP Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. PPK dalam paparannya menjelaskan tentang master schedule USRI TA 2014 dimulai sejak Bulan Februari 2014 dengan agenda sosialisasi ke lokasi dampingan masing-masing Kota/Kabupaten, target penyelesaian fisik program USRI
Rapat Koordinasi Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), diadakan rapat koordinasi Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Jawa Tengah yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 Bappeda Provinsi Jawa Tengah, pada Hari Rabu Tanggal 05 Maret 2014, yang dibuka oleh Hardo, ST, M.Siselaku sekretaris Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah. Dalam paparannya didepan para anggota Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah, diharapkan Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah dapat meningkatkan perannya dalam pelaksanaan kegiatan AMPL pada tahun 2014 ini. Apa yang akan dilakukan oleh Pokja AMPL selama satu tahun ini perlu dipahami oleh seluruh anggota Pokja AMPL Jateng. Perlu dilakukan perencanaan
Rapat Koordinasi 3R Bulan Februari 2014
Rapat koordinasi program 3R bulan Februari 2014 bertempat di ruang rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 28 Februari 2014. Dalam paparannya dijelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranyan perekrutan TFL Pemberdayaan 3R,  data longlist dari masing-masing kabupaten/kota yang tertuang dalam surat minat, dan penunjukan TFL Pemda dari SKPD terkait. Koordinator TFL program 3R, Suharto Setiyo, SH juga menjelaskan beberapa hal penting yang terkait tentang program 3R,yang dilakukan secara swakelola di tahun ini. Dasar bagi TFL untuk melakukan survey desa dan survey lahan adalah daftar lokasi pada longlist, calon lokasi TPST harus ada akses untuk kendaraan, terutama untuk kendaraan dari Dinas
Koordinasi Bulan Februari TFL SANIMAS TA 2014
Rapat koordinasi rutin bulan Februari 2014 TFL Sanimas TA 2014 berlangsung pada Hari Kamis Tanggal 27 Februari 2014 di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, yang dibuka oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Infrastuktur PLP Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Dalam koordinasi bulan Februari 2014 kali ini, memaparkan  mengenai progress pada bulan Februari 2014 dari Program Sanimas TA. 2014, dan untuk realisasi yang telah di laksanakan pada bulan Februari ini antara lain penandatanganan kontrak kerja TFL dan surat mobilisasi TFL, sosialisasi kabupaten, survey longlist dan survey desa. Beberapa lokasi pada shortlist harus memperhatikan beberapa hal diantaranya   harus
Sosialisasi Dan Seleksi Kampung SANIMAS TA 2014
Sanitasi berbasis masyarakat dirancang untuk memberdayakan masyarakat yang berada di lingkungan permukiman yang padat, kumuh, dan miskin (PAKUMIS) perkotaan yang difokuskan pada penanganan pembuangan air limbah rumah tangga. Masyarakat sebagai pelaku, pengambil keputusan, dan penanggung jawab kegiatan mulai dari identifikasi, perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, dan pengawasan. Sebagai tahap awal persiapan adalah sosialisasi tingkat kabupaten. Sosialisasi dalam   bentuk surat penjaringan minat Sanitasi Berbasis Masyarakat dari Direktorat Pengembangan   penyehatan   lingkungan Kementerian Pekerjaan umum Cq. Subdit Air Limbah kepada Satuan Kerja Perangkat Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten (SKPD), maupun surat minat pemerintah kota/kabupaten untuk ikut Program Percepatan Sanitasi Perkotaan (PPSP) dan hasil keluaran memorandum program pada pelaksanaan Program Percepatan Sanitasi Perkotaan di tiap Kabupaten/Kota.
Ujicoba / Commisioning Pompa dan Kolam Retensi Kali Semarang Dalam Rangka “Penutupan Kali Semarang”
Dalam rangka ujicoba pompa dan kolam retensi yang telah dibangun Pemerintah Pusat melalui Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementrian PU dan sekaligus penutupan Kali Semarang, telah dilakukan penekanan tombol sebagai tanda dimulainya uji coba dan penutupan Kali Semarang secara simbolis oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, SE, MM, pada hari Senin, tanggal 10 Maret 2014 di lokasi Stasiun Pompa dan Kolam Retensi Kota Semarang. Setelah melakukan seremonial penutupan Kali Semarang, Walikota Semarang yang didampingi oleh Suharsono Adi Broto,ST,MM selaku Kepala Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke lokasi kolam retensi, rumah pompa, rumah genset dan bangunan pendukung lainnya, untuk
Pelatihan TFL SPBM USRI TA 2014
Pelatihan TFL SPBM USRI TA 2014 dilaksanakan dalam dua cluster, yakni cluster Kota Semarang dan cluster Kota Surakarta. Untuk cluster pertama di Kota Semarang pada hari Rabu sampai Minggu tanggal 19-23 Februari 2014 bertempat di Hotel Pandanaran, Jalan Pandanaran No 58, Semarang dan untuk cluster ke dua di Kota Surakarta pada hari Selasa sampai Sabtu tanggal 25 Februari-01 Maret 2014 bertempat di Hotel Lor In Solo Jalan Adi Sucipto No 47 Solo. Pelatihan TFL SPBM USRI TA 2014 di Kota Semarang di buka oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Suharsono Adi Broto,ST,MM
Workshop Penguatan Pelaku Program SPBM USRI TA 2014
Bertempat di ruang rapat Gedung Diklat LPMP Provinsi Jawa Tengah, Jalan Kyai Mojo Srondol Kulon Semarang tanggal 18 Februari 2014, diadakan acara Workshop Penguatan Pelaku Program SPBM USRI TA 2014. Acara ini diselenggarakan PPIU melalui dana APBD Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, sebagai pembekalan para pelaku Program SPBM USRI TA 2014, setelah sebelumnya dilakukan perekrutan TFL SPBM USRI TA 2014. Workshop Penguatan Pelaku Program SPBM USRI TA 2014 dibuka oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Suharsono Adi Broto,ST,MM selaku PPIU. Acara tersebut dihadiri Central Project Implementation Unit (CPMU), Tim
Best Practice USRI, Sepak Terjang KSM Budi Luhur Kelurahan Jebres
Tidak ada yang menyangka, jika sebelumnya warga dipertontonkan banyaknya penggunaan WC helikopter (WC yang terbuat dari kayu yang dibangun ditebing sungai), tanpa septic tank semakin menambah suasana tidak elok, inilah pemandangan sehari-hari di RT 3 RW 07 Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Anugerah yang luar biasa, kini berkat sepak terjang KSM Budi Luhur RT 3 RW 7 Kelurahan Jebres ini sudah memiliki WC umum dan IPAL KOMUNAL, kini daerah mereka sudah bebas dari WC helikopter. Ya, SPBM USRI seolah menyihir warga kelurahan Jebres, kemiskinan yang mendera warga semakin membuat warga tidak bisa berbuat banyak untuk memikirkan lingkungannya. Alih-alih warga
Best Practice USRI, Mewujudkan Impian Dengan Menata Pemukiman
Mempercayakan sebuah program penting kepada masyarakat mungkin merupakan suatu hal yang sulit dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Apalagi memercayakan hal besar, seperti perencanaan penataan lingkungan dan permukiman wilayah. Pemda terkesan ragu memberi peluang bagi masyarakatnya sendiri untuk membuat perencanaan. Namun, keraguan serupa tidak berlaku bagi Pemda yang sudah mengenal baik SPBM-USRI Support forPNPM Mandiri. Bersama KSM RIAS dengan sumber dana dari USRI sebesar Rp. 350.000.000 ditambah swadaya inkind Rp. 1.575.000 berhasil membangun IPAL KOMUNAL dan MCK (MIX) dilahan seluas 46,6 M², yang berlokasi di koordinat 7?34'11,84" Latitude N/S dan Longitude E 110?50'26,54" dengan kapasitas IPAL 300 jiwa. Bangunan MIX yang terletak
Koordinasi dan Penandatanganan Kontrak Kerja TFL SANIMAS TA 2014
Koordinasi pertama sekaligus penandatanganan  Kontrak Kerja TFL Sanimas TA 2014 berlangsung Tanggal 04 Februari 2014 di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, yang dibuka oleh Denny Kumara,ST,MT selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Infrastuktur PLP Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Pada koordinasi pertama tersebut dibahas tentang penjelasan master schedule Sanimas 2014, penyediaan surat minat Program Sanimas, pembahasan longlist Sanimas 2014, target pelaksanaan Sanimas, serta membahas evaluasi Program Sanimas 2013. Untuk longlist Sanimas 2014 harus memenihi kriteria terdaftar dalam administrasi Kota/Kabupaten dengan cakupan 50 – 100 KK, memiliki masalah rawan sanitasi, tersedia lahan yang memadai minimal 100 m²
Penandatanganan Kontrak Kerja TFL SPBM USRI TA 2014
Bertempat di ruang rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah tanggal 03 Februari 2014, sejumlah 237 Tenaga Fasilitator Lapangan menandatangani kontrak kerja TFL SPBM USRI TA 2014. Provinsi Jawa Tengah membutuhkan 237 TFL yang akan ditugaskan di 18 Kota/Kabupaten diantaranya di Kabupaten Cilacap (3 TFL), Purbalingga (6 TFL), Banyumas (12 TFL), Kebumen (9 TFL), Purworejo (3 TFL), Klaten (6 TFL), Sukoharjo (3 TFL), Sragen (12 TFL), Blora (9 TFL), Rembang (9 TFL), Kudus (15 TFL), Jepara (30 TFL), Brebes (3 TFL) dan juga Kota Semarang (75 TFL), Magelang (6 TFL), Pekalongan (12 TFL), Surakarta (21 TFL) dan Tegal (3 TFL).
KAMPANYE POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS ) SPBM – USRI KABUPATEN PURBALINGGA
Salah satu program Nasional dalam rangka menunjang gerakan Indonesia bersih adalah kampanye kesehatan, ajakan untuk berperilaku hidup sehat. Kegiatan ini bekerja sama antara Dinas Kesehatan setempat dengan Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat Urban Sanitation and Rural Infrastructure (SPBM-USRI) mengadakan kampanye pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Purbalingga. Kampanye dilakukan didesa Karangsari Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga pada bulan Desember 2013, bertujuan mengajak masyarakat untuk membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti stop buang air besar dan tidak membuang sampah sembarangan terutama disungai. Dengan dibangunnya IPAL KOMUNAL di Rt 3 Rw 2 didesa Karangsari diharapkan benar-benar bisa
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sistem Drainase Perkotaan pada Sistem Drainase Semar
Penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) Pengelolaan Sistem Drainase Perkotaan pada Sistem Drainase Semarang Tengah antara Pemerintah Kota dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dilaksanakan di Ruang meeting VVIP Walikota Semarang pada 20 Januari 2014, yang ditandatangani oleh pihak-pihak yaitu Pemerintah Kota Semarang sebagai Pihak KESATU oleh Walikota Semarang Bp. Hendrar Prihadi, Pemerintah Pusat sebagai Pihak KEDUA oleh Dirjen Cipta Karya dalam hal ini diwakili oleh Direktur Pengembangan PLP Ir. Djoko Mursito, M. Eng, MM dan Pemerintah Provinsi sebagai Pihak KETIGA oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo. Dengan ditandatanganinya KSB Pengelolaan Sistem Drainase Perkotaan pada Sistem Drainase Semarang Tengah yang
Proses Rekruitmen SPBM USRI TA 2014
Dasar perekrutan TFL SPBM USRI adalah Surat Direktur Pengembangan PLP Nomor : UM.02.06-CL/1373 tanggal 27 November 2013 perihal Perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat Urban Sanitation and Rural Infrastructure (SPBM USRI) TA 2014, ini disesuaikan dengan jumlah daerah dampingan SPBM USRI 2014 sebanyak 237 Desa/Kelurahan di 18 Kota/Kabupaten. Pengumuman proses perekrutan TFL SPBM USRI TA 2014 sudah dimulai sejak tanggal 23 - 30 Desember 2013 dengan diumumkan di website PU pusat (www.pu.go.id) dan website Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah (http://pplp-dinciptakaru.jatengprov.go.id), dilanjutkan dengan pengiriman berkas lamaran mulai tanggal 24 – 30 Desember 2013, berkas lamaran untuk pendaftar
Workshop Penyiapan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Jawa Tengah
Permasalahan persampahan merupakan permasalahan yang sangat pelik dan dekat dengan kehidupan sosial masyarakat. Bahkan semakin kompleks dan meningkat kuantitasnya sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu. Pada saat ini di Jawa Tengah hampir semua TPA masih dioperasikan dengan open dumping. Bila dilihat dari sistem pengelolaan persampahan yang diterapkan, pada umumnya berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah masih menggunakan paradigma lama yaitu kumpul-angkut-buang. Pada kenyataannya, penerapakan paradigma lama ini memberikan dampak negatif karena sampah tidak dikelola dengan pengurangan sampah dari sumber sampah. Akibatnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi cepat penuh. Kota-kota besar umumnya mengalami masalah dengan lokasi TPA yang
Percepatan Pencairan BLM USRI Tahap 3 TA. 2013
Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat - Urban Sanitation and Rural Infrastructure (SPBM - USRI) diselenggarakan sebagai program pendukung PNPM Mandiri. Program ini bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat baik secara individu maupun kelompok dan untuk turut berpartisipasi memecahkan berbagai persoalan dan permasalahan yang terkait pada upaya peningkatan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan Program SPBM - USRI di Provinsi Jawa Tengah sudah di mulai sejak tahun 2011 dengan 53 lokasi dampingan, kemudian dilanjutkan di tahun 2012 dengan 187 lokasi dampingan dan pada tahun 2013 ini mendapat 232 lokasi dampingan. Mekanisme penyelenggaraan Program SPBM - USRI menerapkan pendekatan
Pembahasan M.O.U Pengelolaan Kolam Retensi Kota Semarang
Menjelang comisioning I (uji coba I) pompa, yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 18 Desember 2013 ini, maka Satuan Kerja Pengembangan PLP Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi Pemerintah Kota Semarang untuk segera menindaklanjuti MOU dalam bentuk proposal dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memohon bantuan dalam hal pengelolaan kolam retensi di Kota Semarang, mengingat lokasi kolam retensi ini berada di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. MOU yang sudah dirintis 3 tahun yang lalu dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan mengacu Permendagri No 22, yang pada intinya Pemerintah Kota Semarang dapat melakukan penawaran kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pembahasan MOU pengelolaan kolam
Workshop Quality Assessment Dan Finalisasi Dokumen Strategi Sanitasi (SSK) Provinsi Jawa Tengah 2013
Salah satu tahapan yang harus dilalui dalam melaksanakan program PPSP adalah penyusunan rencana strategis dimana kegiatan utama pada tahap ini (tahap ke-3) adalah penyusunan Buku Putih Sanitasi (BPS) dan penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) bagi 3 kabupaten/kota yang menjadi wilayah kegiatan PPSP 2013 di Provinsi Jawa Tengah. Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota hakekatnya adalah gambaran karakteristik dan kondisi sanitasi, serta arah pengembangan sektor sanitasi kabupaten/kota saat ini.  SSK merupakan dokumen perencanaan strategis sanitasi jangka menengah (5 tahunan) yang komprehensif dan terintegrasi. Selain berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan sanitasi di kabupaten/kota, SSK juga berfungsi sebagai kendali bagi realisasi pembangunan sanitasi yang berbasis kinerja
FGD Penyiapan TPA Regional Surakarta
Pelaksanaan FGD penyiapan TPA Regional Surakarta diadakan di Ruang Rapat Satker PPLP  Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 13 November 2013, yang dibuka oleh Bapak Denny Kumara, ST,MT sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Infrastuktur Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Isu persampahan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan sosial masyarakat. Seluruh masyarakat memiliki kemauan dan dukungan dalam pengelolaan sampah, tetapi seluruh masyarakat juga resah terhadap lokasi pengelolaan sampah yang sangat terbatas . Hal tersebut yang menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah regional. Persoalan penumpukan sampah terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah . Sebagai contoh, dapat dilihat
Pantauan Progres Fisik Dan Keuangan Dalam RAKOR BAKORWIL USRI 2013
“Berdasarkan master schedule seharusnya pelaksanaan fisik dilaksanakan pada awal Agustus 2013, akan tetapi hal tersebut tidak dapat terealisasi dikarenakan keterlambatan dalam tahap penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan (DRP)” demikian yang diungkapkan Baharudin Noor selaku perwakilan dari PPIU dalam sambutannya dirakor Bakorwil I yang dilaksanakan di ruang rapat PKK Kab. Kudus yang dihadiri perwakilan dari BAPERMAS Provinsi Jawa tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah, RPMC Konsultan USRI Jateng dan DIY, DPIU, BAPPEDA, TFL Manajemen Kota Semarang, Kab. Jepara, kab. Rembang, Kab. Kudus, Kab. Blora, hari kedua 13 November 2013 dilaksanakan di Ruang Rapat Bakorwil II Kota Surakarta yang meliputi Kota Surakarta, Kota
Percepatan Pelaksanaan Tahapan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Progres Fisik USRI 2013
Pada sambutan Kepala PPIU disampaikan beberapa laporan progres pelaksanaan program SPBM – USRI tahun 2013. Mulai bulan Agustus data SIM sudah dikerjakan RPMC, sehingga mulai bulan September 2013 ini data SIM untuk program USRI propinsi Jawa Tengah – D.I Yogyakarta sudah berjalan. Beberapa evaluasi pelaksanaan program SPBM – USRI tahun 2013 antara lain : Masih terdapat deviasi dalam progres pelaksanaan program SPBM – USRI tahun 2013 ini. Pada bulan Juli tahun 2013 seharusnya sudah masuk penandatanganan pencairan. Namun pelaksanaan di lapangan baru dilakukan pada bulan Oktober. Beberapa strategi untuk proses audit gender antara lain, keterlibatan TFL perempuan 30%, susunan
Pembukaan Training Operator Pompa Kali Semarang
Seremonial penyerahan calon-calon operator pompa Kali Semarang yang diusulkan Dinas PSDA/ESDM Kota Semarang kepada Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah telah dilakukan pada hari Kamis, 10 Oktober 2013 di Ruang Rapat Satker PPLP Jawa Tengah. PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah menyampaikan setelah acara seremonial yang dilakukan secara simbolik dengan pemakaian seragam pakaian savetysebagai tanda dimulainya training, selanjutnya calon-calon operator tersebut dibawah naungan PT. Grundfos Pompa dan PT. Brantas Abipraya JV melaksanakan training dalam rangka kegiatan Comissioning-1 yang merupakan bagian dari pekerjaan package C2 Semarang Pumping Station (Mechanical and Electrical Works) dan diharapkan training ini bisa memberikan
Quality Assessment / Assurance Memorandum Program Sanitasi (QA MPS)
Pelaksanaan Penjaminan Kualitas Dokumen PPSP dan Input Nawasis di Provinsi telah dilaksanakan tanggal 09 Oktober 2013 di Hotel Dafam, Ruang Astoria, Lt. M Jl. Imam Bonjol 188 Semarang. Dalam Acara ini  sebagai narasumber dari Ketua PIU Teknis, Kementerian Pekerjaan Umum, Ketua Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah, Kepala Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah, Provincial Facilitator (KO-AT-AK) Provinsi Jawa Tengah, ProsDA USDP Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan penjaminan kualitas dan input dokumen ke dalam Nawasis ini juga dikoordinasikan pelaksanaannya oleh Pokja Provinsi Jawa Tengah dengan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan program PPSP agar dapat terlaksana secara efektif dan efisien baik bagi Pusat, Provinsi,
MCK Wujudkan Impian Warga Lebuawu Sehat dan Nyaman
Untitled Document Dengan dikucurkannya dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) pada Program SPBM-USRI Kabupaten Jepara, ternyata sangat berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di RT 08 RW 02 Desa Lebuawu Kecamatan Pecangaan  , sudah mampu menyentuh kalangan masyarakat bawah dan dapat mengatasi kekumuhan lingkungan sekitar. Dana yang diserap untuk kegiatan ini sebesar Rp 350.000.000,-,  ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp. 2.860.000,- berupa inkind, dengan penerima manfaat sebanyak kurang lebih 48 Kepala Keluarga (KK) miskin. Kemudian, KSM CAHAYA bersama warga lainnya bahu-membahu membangun 4 unit WC, 6 KM dan 3 cuci. Desa Lebuawu memang termasuk wilayah kantong kemiskinan, ini bisa dilihat dari segi mata pencaharian warga
FGD Penyiapan Kelembagaan Drainase Kota Semarang
Dalam rangka penyiapan kelembagaan Drainase Kota Semarang, Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya kementerian PU melalui Satuan Kerja Pengembangan PLP Jateng memfasilitasi pemerintah Kota Semarang melaksanakan Forum Group Discution (FGD) penyiapan Kelembagaan Drainase yang telah difasilitasi oleh BAPPEDA Kota Semarang, Kamis 19 September 2013 di ruang rapat lantai 7 BAPPEDA Kota Semarang, yang dihadiri oleh Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Satker Pengembangan PLP Provinsi Jawa Tengah, Biro Otda dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Tengah, serta SKPD Pemerintah Kota Semarang terkait antara lain Bagian Organisasi Setda Kota Semarang, Bagian Pembangunan Setda Kota Semarang, DPKAD Kota Semarang, Dinas PSDA
Workshop Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Sampah masih merupakan permasalahan yang pelik di Jawa Tengah, bahkan semakin kompleks dan meningkat kuantitasnya sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu dan pada saat ini di Jawa Tengah hampir semua TPA masih dioperasikan dengan system open dumping. Bila dilihat dari sistem pengelolaan yang diterapkan, pada umumnya berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah masih menggunakan paradigma lama kumpul-angkut-buang. Pada kenyataannya, penerapakan paradigma lama ini memberikan dampak negatif karena sampah tidak dikelola dengan baik dan tidak ada upaya pengurangan timbulan sampah. Akibatnya, tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi cepat penuh. Padahal kondisi saat ini, mencari lokasi baru sangat sulit dan umumnya selalu ditolak oleh masyarakat. Permasalahan lainnya yang
Revitalisasi dan Optimalisasi Peran KSM 3R Di Jawa Tengah
Permasalahan sampah yang mengemuka secara nasional didominasi oleh wilayah perkotaaan yang memiliki keterbatasan lahan TPA sehingga menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan. Pengurangan sampah semaksimal mungkin dimulai dari sumbernya merupakan kebijakan pertama yang digariskan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2006 untuk meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di Indonesia. Lebih tegas lagi bahwa telah dibuat Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang salah satu intinya adalah mewajibkan setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Pengurangan sampah yang dimaksud disini meliputi pembatasan timbulan sampah, pendaur ulangan sampah dan atau pemanfaatan kembali sampah, yang biasa kita sebut dengan istilah 3R (Reduce, Reuse Recycle). “Kementerian Pekerjaan Umum
TOT Tenaga Fasilitator Lapangan Program USRI
Dalam rangka percepatan pembangunan di bidang sanitasi. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi, diantaranya melalui Program Urban Sanitation and Rural Insfrastructure (USRI) Support for PNPM Mandiri yaitu program yang diselenggarakan sebagai program pendukung PNPM Mandiri. “Kegiatan demi kegiatan telah dilaksanakan, kesemuanya itu demi terlaksananya sasaran program yang diantaranya, meningkatnya kesadaran sanitasi dan promosi praktek hidup bersih dan sehat melalui kegiatan kampanye Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), tersedianya sarana dan prasarana penyehatan lingkungan permukiman (Sanitasi Komunal) yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam penyelenggaraan penyehatan lingkungan permukiman (Sanitasi Komunal) secara partisipatif, tersusunnya Dokumen Rencana Masyarakat (DRP) dan Rencana Aksi Perbaikan Sanitasi (Community Sanitation Improvement Action
Coaching Clinic Dokumen CSIAP dan DRP Program SPBM-USRI
Berbagai siklus kegiatan pendampingan yang sudah terjadwal, ada yang sudah dan ada yang sedang dilakukan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) di masing-masing Kabupaten/Kota, dari pemetaan sanitasi, penyusunan CSIAP sampai ke rencana pemeliharaan, yang akhirnya akan diwujudkan dalam satu dokumen yang disebut Dokumen Rencana Pembangunan (DRP). Tanggal 15 Agustus 2012 target 188 CSIAP, DRP dan Dokumen Siklus sudah selesai diverifikasi dan disyahkan oleh DPIU. Namun, sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut belum dapat terselesaikan. Dokumen-dokumen tersebut memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan syarat untuk pencairan BLM sekaligus sebagai acuan pelaksanaan program di lapangan. Menanggapi masalah diatas Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah mengadakan Coaching Clinic Finalisasi Dokumen CSIAP, DRP, Dokumen Siklus di Hotel Rawa
Kunjungan Dirjen Cipta Karya di Kolam Retensi Semarang
“Proyek drainase ini akan menjawab harapan masyarakat Kota Semarang, khususnya untuk daerah tepi pantai dan sekitarnya  untuk terhindar dari rob dan banjir yang setiap saat bisa melanda Kota Semarang. Harapan masyarakat bisa diwujudkan setelah proyek ini selesai pembangunannya”, demikian diungkapkan Dirjen Cipta Karya Ir. Budi Yuwono P didampingi Direktur Pengembangan PLP Ir. Muhamad Sjukrul Amien dalam kunjungannya di Kolam Retensi Semarang, Rabu (26/09). Beliau mengingatkan, untuk proyek ini merupakan proyek besar. Terbesar di Indonesia untuk proyek Pumping Station, sehingga pemerintah kota harus komitmen untuk bisa merawat dan memelihara bangunan agar bertahan lama. Berharap masyarakat di Semarang untuk membantu menjaga kebersihan di sekitar sungai, tidak membuang sampah, sehingga tidak menghambat pompa-pompa disini, apapun,
Kampanye dan Edukasi 3R Tingkat SD di Jawa Tengah
Sampah merupakan salah satu masalah yang tidak akan pernah selesai. Selama manusia ada, sampah akan selalu menyertai, karena manusia salah satu penghasil sampah. Hal yang bisa kita lakukan hanyalah mengurangi sampah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem Open Dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi sampah, diantaranya dengan melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Namun nampaknya upaya
Talkshow Kampanye Dan Edukasi 3R di Radio SSFM Semarang
Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir (sampah dikumpulkan, diangkut, dan  dibuang di tempat pemrosesan akhir sampah) sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya, untuk energi, kompos, pupuk ataupun untuk bahan baku industri. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dari hulu, sejak sebelum dihasilkan suatu produk yang berpotensi menjadi sampah, sampai ke hilir, yaitu pada fase produk sudah digunakan sehingga menjadi sampah, yang kemudian dikembalikan ke media lingkungan secara aman. Pengelolaan sampah dengan paradigma baru tersebut dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan, penggunaan kembali, dan
Workshop Penjaminan Buku Putih Sanitasi PPSP 2012 Tingkat Provinsi Jawa Tengah
“Dalam pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP) tahun 2012 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memfasilitasi 12 kab/kota yaitu,  Kab. Wonosobo, Pemalang, Batang, Demak, Grobogan, Pati, Temanggung, Karanganyar, Magelang, Pekalongan, Kota Magelang dan Kota Salatiga untuk menyelesaikan dokumen Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kota”, demikian di bacakan Subagyo, Amd mewakili Kepala Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM dalam sambutan panitia penyelenggara acara Workshop Penjaminan Buku Putih Sanitasi (BPS) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tingkat Provinsi bertempat di Ruang Sidang B Lt.6 Bappeda Provinsi Jawa Tengah (17/07). Acara di buka secara resmi oleh Suharyo, Ssi MT mewakili Ketua Pokja AMPL Provinsi Ir. Boedi Setyana, Msi, dalam sambutan
Sarasehan dengan Penyedia Jasa Pada Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah
Usaha Jasa Konstruksi merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan insfrastruktur fisik untuk pelayanan publik dan mitra masyarakat dalam penyediaan bangunan gedung untuk berbagai fungsi sosial ekonomi, yang diperlukan dalam meningkatkan kesejahteraan serta mendorong pertumbuhan perekonomian sosial. Keterkaitan dengan hal diatas dan upaya menuju Good Corporate Governance, maka Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah telah mengadakan Sarasehan dengan Penyedia Jasa Konstruksi dan Jasa Konsultansi pada Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah dan Satker Pengembangan PLP Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012 di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Kamis (12/07). “Acara sarasehan ini telah diselenggarakan ke-2 (dua) kali”, ungkap Kasatker Pengembangan PLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto, ST.MM saat sambutan panitia penyelenggara di awal acara. Acara dibuka
Rapat Koordinasi Urban Sanitation And Rural Infrastructure (USRI)
Rapat Koordinasi USRI Tahun 2012 yang telah diselenggarakan oleh Provincial Project Implementation Unit (PPIU) berjalan lancar. Sambutan laporan panitia penyelenggara oleh sekretaris PPIU Ir. Tekad Winariyanto MT, dalam sambutannya mewakili Ketua PPIU, beliau mengatakan program ini bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok dan untuk turut berpartisipasi memecahkan berbagai persoalan dan permasalahan yang terkait pada upaya peningkatkan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. “Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat perkotaan melalui penyediaan sarana sanitasi komunal berbasis masyarakat, khususnya bagi kelompok perempuan, kelompok rentan dan penduduk miskin”, ungkap Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Tengah Ir. Boedi Setyana, Msi mewakili
Pelatihan KSM Pengelolaan Sampah Terpadu 3R Jawa Tengah
Masalah sampah tidak hanya sekedar hanya bagaimana mengolah atau mengelola sampah saja, tetapi juga terkait dengan masalah budaya/sosiologi masyarakat. Masyarakat Perkotaan  umumnya tidak peduli tentang sampah, suka membuang sampah sembarangan, dan cenderung mementingkan diri sendiri. Paradigma yang salah ini mungkin merupakan salah satu penyebab kenapa banyak program tentang sampah yang tidak berhasil. Merubah paradigma masyarakat tentang sampah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya-upaya penanganan sampah secara terpadu. Demikian diungkapkan Kepala Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto, ST. MM dalam sambutan pembukaan Pelatihan KSM Pengelolaan Sampah Terpadu 3R di Hotel Dalu Semarang, (18-20 Juni).  Acara Pelatihan yang dipandu Kordinator TFL 3R Ir. M. Edi Waluyo ini juga
Penguatan Dasar II SPBM-USRI Provinsi Jawa Tengah
Sanitasi di Jawa Tengah memang masih mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Beberapa Kabupaten/Kota masih membutuhkan sentuhan pemerintah untuk menyediakan sanitasi yang layak, agar setiap warga terbebas dari penyakit yang bisa bersumber dari kotoran manusia yang tidak terkelola dengan baik. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas prasarana dan sarana sanitasi berbasis masyarakat dan dalam rangka percepatan pelaksanaan Program USRI , terdapat di dalamnya dokumen Rencana Aksi Penanggulangan Sanitasi (RAPS), Dokumen Rencana Pembangunan (DRP), dan Dokumen Siklus Kegiatan, yang harus selesai pada tanggal 20 Juli 2012 untuk ditindaklanjuti dengan pencairan BLM dan pembangunan fisik. Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah telah menyelenggarakan Penguatan Dasar II Program SPBM-USRI Support For PNPM Mandiri Jawa Tengah, bertempat
Rapat Koordinasi Perjanjian Kerja Sama TPA Regional Pekalongan
Sehubungan dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Jawa Tengah pada tahun 2011 hampir 90% sudah tidak memenuhi persyaratan teknis, karena dioperasionalkan secara open dumping. Sesuai dengan Undang-Undang No.18 Tahun 2008 tentang pengelolaan persampahan, berimplikasi pada keharusan Pemda menerapkan sistem sanitary landfill pada TPA yang dioperasikan. Di Jawa Tengah terdapat 5 (lima) lokasi untuk pengembangan TPA Regional, meliputi Surakarta, Semarang, Pekalongan, Bregas-Pemalang, dan Magelang, salah satu wilayah yang sudah siap lahan kecamatan Bojong  Kabupaten Pekalongan. Keterkaitan dengan hal diatas, dan dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs tahun 2015 tentang penyiapan program pengelolaan sampah untuk kota-kota di Indonesia sebagai suatu konstribusi terhadap target pemerintah dalam penurunan emisi gas rumah kaca dan untuk
Lomba Poster dan Karya Tulis Penyuluhan Dalam Rangka Pemilihan Duta Sanitasi Jawa Tengah 2012
Upaya mengampanyekan hidup bersih perlu dilakukan sejak dini. Hal ini pula yang telah dilakukan oleh Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah melalui Jambore Duta Sanitasi bagi para pelajar tingkat SLTP se-Jateng, yang telah berlangsung dari 23-24 Mei di Hotel Pandanaran Semarang. "Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat tentang sanitasi," kata Kabid Praskim Dinas Ciptakarya Provinsi Jawa Tengah Ir. Purwandi. S.P, MT, ketika menyampaikan laporannya pada pembukaan acara tersebut di Hotel Pandanaran, Rabu (23/5). Hal itu dikatakannya dapat mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat melalui peran aktif anak-anak sebagai generasi penerus.Pasalnya, jambore tersebut berisikan lomba poster dan karya tulis dengan Tema Sanitasi Dan Pengamanan Air Minum, yang diikuti oleh pelajar
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ke Proyek Pembangunan Kolam Retensi Semarang
Masyarakat Kota Semarang yang berdomisili di kawasan pantai kini boleh bernapas lega. Pasalnya, Ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu pada 2013 diperkirakan tidak akan mengalami rob (banjir air laut) lagi. Penyakit menahun yang sangat menjengkelkan itu pun diharapkan benar-benar bisa dituntaskan pemerintah. Rob yang rutin melanda Kota Semarang memang bukan lagi menjadi perkara warga dan pemerintah kota setempat. Namun, juga menjadi perkara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bahkan pusat. Mengingat, selain sebagai ibu kota provinsi, Kota Semarang juga merupakan pintu gerbang perekonomian di Jawa Tengah. "Sebagai pintu gerbang utama, kita tak ingin melihat Kota Semarang kumuh dan tidak indah akibat genangan rob. Disela-sela kunjungan ke Kolam Retensi Senin (14/05), Gubernur Jawa Tengah
Rapat Evaluasi Progress SPBM USRI 2012
Untuk meningkatkan kualitas prasarana dan sarana sanitasi  berbasis masyarakat dalam rangka mendukung upaya pencapaian target MDGs pada 2015, yaitu menurunkan sebesar separuh dari proporsi penduduk yang belum memiliki akses sanitasi  dasar serta sasaran RPJMN 2010-2014 dalam bidang sanitasi yaitu stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan peningkatan layanan pengelolaan air limbah, maka Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah mengadakan Rapat Evaluasi Progres SPBM-USRI 2012 dan Rencana Kesiapan Pemanfaatan BLM SPBM-USRI 2011, yang telah dilaksanakan di Ruang Pertemuan Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah, Kamis (10/05).   Rapat dibuka oleh Asisten Bina Teknis Satker Pengembangan PLP Jawa Tengah Mustofa, BE. Dalam arahannya beliau mengatakan, tujuan pertemuan ini adalah untuk mengkoordinasikan dan mengevaluasi perkembangan pelaksanaan
Rapat Sosialisasi Jambore Sanitasi
Mengacu pada “Gerakan Nasional Peningkatan Kualitas Permukiman” yang telah dicanangkan Pada Hari Habitat Pada Tanggal 3 Oktober 2005 dimana salah satunya adalah program peningkatan dan pengembangan air minum dan sanitasi perkotaan, serta sesuai dengan visi Direktorat Pengembangan PLP yaitu “Terwujudnya permukiman yang sehat, bersih, bebas sampah dan air limbah”, dibutuhkan kegiatan kampanye edukasi untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat di bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman. Keterkaitan dengan masalah diatas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah melalui Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah telah melakukan kegiatan Sosialisasi Jambore Sanitasi untuk Pemilihan Duta Sanitasi Tahun 2012 yang diwujudkan dalam bentuk lomba poster dan karya tulis pada 23-24 Mei nanti . Acara
Rapat Koordinasi DAK-SLBM
Pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukiman, persampahan dan drainase di Indonesia saat ini belum mencapai kondisi yang diinginkan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di lingkungan permukiman padat penduduk, kumuh dan rawan sanitasi di perkotaan. Akses penduduk kepada prasarana dan sarana air limbah permukiman, persampahan dan drainase pada dasarnya erat kaitannya dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, sosial budaya serta kemiskinan. Hasil berbagai pengamatan dan penelitian telah membuktikan bahwa semakin besar akses penduduk kepada fasilitas prasarana dan sarana air limbah permukiman, persampahan dan drainase (serta pemahaman tentang hygiene) semakin kecil kemungkinan terjadinya kasus penyebaran penyakit yang ditularkan melalui media air (waterborne diseases).  Keterkaitan dengan hal di atas, dan dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Pembangunan TPA Regional Pekalongan
Permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan sampah dialami oleh Kota-Kota maupun tingkat Kabupaten di Indonesia. Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, mengalami permasalahan sampah yang hampir sama, yaitu mengenai TPA. Habisnya umur pakai TPA, keterbatasan lahan untuk penggunaan TPA menjadi masalah yang timbul pada kedua wilayah tersebut. Letak wilayah yang berada dalam satu kawasan menjadi salah satu alasan untuk kerjasama pengadaan TPA regional. Untuk pelaksanaan kerjasama ini diperlukan sistem kelembagaan yang baik dalam menunjang seluruh aspek.   Keterkaitan dengan masalah diatas Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum segera membangun tempat pembuangan akhir dengan sistem Regional di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan sebagai percontohan TPA.   Dirjen Cipta Karya Kemen PU Budi Yuwono TPA mengatakan tempat pembuangan akhir
Peningkatan Kapasitas SDM Satker PPLP Jateng 2012
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar pembangunan nasional, oleh karena itu maka kualitas SDM senantiasa harus dikembangkan dan diarahkan agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Berbicara mengenai sumber daya manusia sebenarnya dapat dilihat dari 2 aspek yaitu aspek kualitas dan aspek kuantitas. Aspek kuantitas mencakup jumlah SDM yang tersedia/penduduk, sedangkan aspek kualitas mencakup kemampuan SDM baik fisik maupun nonfisik/kecerdasan dan mental dalam melaksanakan pembangunan. Sehingga dalam proses pembangunan pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan, sebab kuantitas SDM yang besar tanpa didukung kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Dalam mewujudkan SDM yang baik, maka Kasatker Pengembangan PLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM mengajak seluruh pegawai untuk
Sosialisasi Dan Persiapan PPSP Tingkat Provinsi Tahun 2012
Sanitasi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan sehari – hari. Kondisi sanitasi sendiri akan sangat mempengaruhi kesehatan di lingkungan sekitar. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 70 juta penduduk masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS). Fakta tersebut tentu saja sangat memprihatinkan karena menunjukkan rendahnya kesadaran akan kesehatan lingkungan serta akses sanitasi yang baik.  Keterkaitan dengan hal diatas Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Jawa Tengah, Telah melaksanakan Sosialisasi Dan Persiapan PPSP 2012. Pada sambutannya Kepala Satker PPLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memfasilitasi 20 Kabupaten/Kota dalam menyelesaikan dokumen Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS), dokumen Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Strategi Sanitasi
Workshop Partisipasi Perempuan Dalam Sanitasi
Untuk menuju masyarakat yang peduli akan sanitasi, tidak bisa hanya dengan pembangunan infrastruktur, melainkan juga perubahan perilaku dari masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan juga air sehat untuk kehidupan mereka. Demikian disampaikan Kepala Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM, saat menyampaikan sambutan  dalam acara Workshop Partisipasi Perempuan Dalam Sanitasi Propinsi Jawa Tengah Tahun 2012 di Gedung IKIP PGRI Semarang, Rabu (7/3). Workshop  tersebut juga menghadirkan praktisi kesehatan yang juga artis, dokter Lula Kamal. Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Sri Suharti Bibit Waluyo mengatakan, kader PKK bisa menjadi agen perubahan perilaku masyarakat menjadi pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Keberadaan PKK dinilai sebagai salah satu pilar penting
Diseminasi Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM)
Sanitasi yang memadai merupakan dasar dari pembangunan. Namun, fasilitas sanitasi jauh di bawah kebutuhan penduduk yang terus meningkat jumlahnya. Akibatnya, muncul berbagai jenis penyakit yang salah satu diantaranya adalah penyakit diare. Di dunia, penyakit tersebut telah menimbulkan kematian sekitar 2,2 juta anak pertahun dan menghabiskan banyak dana untuk mengatasinya (UNICEF, 1997). Minimnya sanitasi lingkungan seperti penanganan sampah, air limbah, tinja, saluran pembuangan, dan kesehatan masyarakat, telah menyebabkan terus tingginya kematian bayi dan anak oleh penyakit diare dan berperan penting dalam mengundang munculnya berbagai vektor pembawa penyakit. Penanganan sanitasi lingkungan oleh pemerintah sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala. Jumlah fasilitas yang ada tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Selain itu, masyarakat dibanyak wilayah masih
Pengelolaan Air Limbah Surakarta
Luas Wilayah Kota Surakarta 4.404 Ha dengan jumlah penduduk mencapai 556.000 jiwa. Surakarta dibagi menjadi 5 Kecamatan dan 51 Kelurahan. KONDISI SAAT INI Kondisi sanitasi masyarakat Surakarta adalah 58% memiliki tangki septik (TS) 14% tersambung pada sistem perpipaan lama 16% memakai MCK dan sisanya 12% tidak memiliki sanitasi yang memadai. Dari 58% pemilik Tangki Septik teridentifikasi bahwa 92% dari mereka tidak pernah menguras tangki septiknya, padahal dengan perhitungan produksi lumpur limbah manusia normal, tangki septik akan penuh lumpur setelah 4,5 tahun. Dengan kata lain tangki septik tersebut tidak dapat berfungsi sebagai pengolah limbah setelah 4,5 tahun, akibatnya air limbah keluaran dari tangki septik tersebut tergolong ‘air limbah muda’ dengan kadar BOD
TPA Ngronggo Mulai Terapkan Control Landfill
ARGOMULYO -Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo Kecamatan Argomulyo Salatiga mulai menerapkan Control Landfill System. Sistem baru tersebut  dioperasikan perdana hari ini (tadi siang) setelah acara serah terima sistem pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Acara dihadiri Wali Kota Salatiga Yuliyanto SE MM dan Wakil Muh Haris, PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Jawa Tengah Hotma Ulitua Silalahi ST MT, Kepala Dinas Tata Kota Salatiga Drs. Tedjo Supriyanto MM, serta R Suharno Dirut PT Bumi Mas Perdana selaku penggarap proyek.    Hotma Ulitua Silalahi menjelaskan, TPA dengan control landfill system  di Jateng hanya ada lima. Untuk Salatiga, lokasi  bangunan di sebelah TPA lama dengan luas area terpakai
TPA Ngronggo Salatiga Jadi Higienis
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Ngronggo disiapkan untuk menjadi TPA higienis. Dengan sistem baru yaitu control landfill nantinya tidak ada lagi pembakaran sampah yang menyebabkan polusi udara. Selain itu limbah berupa cairan sampah tidak lagi mengalir ke sungai atau ke wilayah sekitar TPA. Hal itu disampiakan Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Salatiga, Tedjo Supriyanto di sela-sela menerima kunjungan Wali Kota Salatiga Yuliyanto dan Wakil Muh Haris di TPA Ngronggo, Argomulyo, kemarin. TPA sistem baru yang menggantikan sistem lama yaitu open dumping akan dioperasikan mulai tahun depan. ’’Seluruh sampah yang masuk nanti akan ditimbun di sebuah bak besar seluas 1,7 hektare. Diperkirakan dalam jangka waktu lima tahun, bak sampah sistem control landfill ini
Kunjungan Menteri PU Ir. Djoko Kirmanto Dipl. HE Ke Semarang dan Kolam Retensi
Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dengan penduduk 1.434.000 jiwa pada tahun 2006. Letak Kota Semarang sangat strategis dalam konteks nasional maupun regional, tumbuh sebagai kota industri dan perdagangan yang pesat. Senin 19/12 bertempat di Lapangan Pancasila (Simpang Lima Semarang) Menteri PU Djoko Kirmanto memberikan bantuan alat berat berupa Wheel Excavator kepada Walikota Semarang Drs H Soemarmo HS Msi. Kedatangan Menteri PU Djoko Kirmanto adalah dalam rangka Meresmikan Proyek Proyek Kota Semarang tahun anggaran 2011 yang telah selesai. Gubernur Bibit Waluyo, Wali Kota Soemarmo HS, KaDin Cipta Karya dan Tata Ruang Prov. Jateng Ir. M. Tamzil MT, dan  Kasatker PPLP Jateng Suharsono Adi Broto ST MM ikut menyaksikan.
Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan USRI di Hotel Kusuma Sahid Solo
Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) merupakan salah satu komponen Program Urban Sanitation and Rural Infrastrukture (USRI) yang diselenggarakan sebagai program pendukung PNPM-Mandiri. Program ini bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu ataupun kelompok untuk turut berpartisipasi memecahkan berbagai permasalahan yang terkait pada upaya peningkatan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Mekanisme penyelenggaran Program Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) menerapkan pendekatan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat melalui pelibatan manusia secara utuh dalam selurah tahapan kegiatan, mulai dari pengorganisasian masyarakat, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, program sampai dengan upaya berkelanjutan, khususnya dalam hal peningkatan kualitas prasarana dan sarana sanitasi berbasis masyarakat dalam rangka mendukung upaya pencapaian target MDG pada tahun 2015, yaitu menurunkan sebesar
Peningkatan Kapasitas SDM Satuan Kerja PPLP Jawa Tengah
Sumber Daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam persaingan global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan, kinerja dan kerja sama Pegawai di lingkungan Satuan kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan Outbond dengan tujuan membangun team work dan capacity building bagi para Pegawai Satuan kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Puri Asri Magelang pada tanggal 09-11 Desember 2011. Sebelumnya Kasatker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM, memberikan pengarahan bagi para peserta. Dalam arahannya Suharsono Adi Broto ST
Konsinyasi Regional Bantek Perencanaan Drainase Daerah
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, diperlukan kebijakan pembangunan nasional yang tepat. Ketepatan ini diukur dari pengembangan terhadap kompatibilitas dan optimalisasi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya fisik (buatan). Kebijakan pembangunan yang tidak bertumpu pada ketiga potensi sumber daya tersebut akan sulit mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Ini sudah kita alami dengan terjadinya banjir di jalur-jalur utama ekonomi yang disebabkan oleh pembangunan yang kurang memperhatikan kapasitas sumber daya alam sehingga fungsi sistem sungai dan drainase tidak memadai. Ini juga telah kita alami dengan terjadinya pembangunan yang tidak memperhatikan tata guna lahan. Tidak efektifnya pembangunan juga dapat dialami apabila aspek sumber daya manusia sebagai bagian aspek sosial tidak
Workshop Urban Sanitation Rural Infrastructure (USRI) Jawa Tengah 2011
Sanitasi merupakan bagian dari MDGs Goals 7 target 10 yaitu “Penurunan sebesar separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada tahun 2015”. Indikator yang digunakan untuk mengetahui pencapaian target MDGs bidang sanitasi tersebut adalah proporsi penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Upaya untuk meningkatkan layanan terhadap sanitasi dasar dihadapi pada tantangan adanya laju pertumbuhan nasional yang cukup tinggi, dimana saat ini mencapai sekitar 1,3 % per tahun yang artinya ada tambahan sebanyak 2,8 juta jiwa penduduk Indonesia tiap tahun yang membutuhkan sanitasi dasar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kepala Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Suharsono Adi Broto ST MM mengatakan perlu adanya kerjasama
TalkShow Kampanye Dan Edukasi "Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat"
Seandainya dunia ini bebas sampah, barangkali talkshow kampanye dan edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ini tidak perlu ada. Kenyataannya, sampah selalu ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Berbagai masalah timbul akibat sampah di lingkungan kita. Mulai dari sampah yang dibuang sembarangan, sampai bencana di tempat pembuangan akhir sampah yang merenggut nyawa manusia. Sebagai salah satu sumber sampah, setiap rumah tangga perlu ikut berperan dalam menangani sampah. Jika dilakukan bersama dengan segenap masyarakat, upaya menangani sampah dapat memberi manfaat yang besar bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Untuk menindaklanjuti permasalahan diatas maka Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Semarang mengadakan Talkshow Kampanye dan edukasi di Radio SSFM (Suara
Workshop Penyiapan TPA Regional Jawa Tengah
Saat ini pengelolaan persampahan menghadapi banyak problema,  terutama  akibat semakin besarnya timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat baik produsen maupun konsumen. Hal ini menjadi semakin berat dengan masih dimilikinya paradigma lama pengelolaan yang mengandalkan kegiatan pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan yang kesemuanya membutuhkan anggaran yang semakin besar dari waktu ke waktu yang bila tidak tersedia akan menimbulkan banyak masalah operasional, seperti sampah yang tidak terangkut, fasilitas yang tidak memenuhi syarat, cara pengoperasian fasilitas yang tidak mengikuti ketentuan  teknis. Terkait dengan permasalahan diatas,  maka pada tanggal 17 Oktober 2011 telah dilakukan Workshop Penyiapan TPA Regional  Jawa Tengah, oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jawa Tengah. Acara dilaksanakan di Hotel Grasia Jl. S.
Evaluasi Pilot Project 3R Jawa Tengah
Bidang  Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) sangat erat kaitannya dengan perilaku masyarakat, sehingga tingkat kesadaran masyarakat sangat penting dan merupakan satu faktor utama penentu keberhasilan dalam menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat. Demikian disampaikan Kepala Satker PPLP Jawa Tengah Suharsono Adi Broto ST MM dalam pembukaan Workshop Evaluasi Pilot Project 3R Jawa Tengah 2011. Suharsono Adi Broto menambahkan bahwa dalam kegiatan Workshop Evaluasi Pilot Project 3R, keberhasilan diukur dari bagaimana kemampuan kita menggerakkan partisipasi masyarakat yang merupakan pelaku utama. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, perlu dilakukan satu kampanye dan evaluasi yang terus menerus serta berkesinambungan. Tujuan dari workshop ini sendiri antara lain menyampaikan hasil evaluasi program 3R (reduce, reuse, recycle) tahun 2010. Tujuan selanjutnya adalah menyusun rumusan untuk mengukur tingkat
Sosialisasi 3R Tingkat SD di Jawa Tengah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diharapkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi manusia. Bila sampah dibuang secara sembarang atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit. Sampah yang dibuang di jalan dapat menghambat saluran air yang akhirnya membuat air terkurung dan tidak bergerak, menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan
Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat Dengan Metode Takakura
Sudah menjadi hukum alam, setiap kegiatan yang dilakukan makhluk hidup pasti menghasilkan limbah. Di kalangan masyarakat, hasil akhir tersebut lebih dikenal dengan sebutan sampah. Berbagai penelitian menyimpulkan, setiap hari seseorang mampu menghasilkan 500 gr sampah.Hmmm.. bisa dibayangkan berapa kilogram sampah yang dihasilkan dalam satu RT yang terdiri dari 150 orang? Belum lagi timbunan sampah yang bakal terbentuk oleh kota seperti semarang yang berpenghuni 1,5 juta jiwa dalam setahun. Menurut jenisnya, sampah Kota Semarang terdiri atas 65% sampah organik.Menilik persentase yang besar, sampah itu sebanding dengan potensi untuk diolah menjadi kompos. Menurut Widiarto, ST Konsultan ahli Persampahan Satuan Kerja PPLP Jateng
Rapat Monitoring DAK Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
Memperhatikan kondisi yang ada saat ini serta tantangan yang dihadapi di masa depan, disadari bahwa pengembangan sanitasi lingkungan yang meliputi pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan dan penanganan drainase tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Diperlukan suatu kerjasama multi pihak yang bersifat sinergis dari segenap stakeholder baik yang ada di pusat maupun di daerah meliputi pemerintah,perguruan tinggi/akademisi, lembaga profesi, LSM, masyarakat dan swasta. Mengingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki pemerintah baik pusat maupun daerah, diperlukan upaya-upaya terobosan yang bersifat merubah paradigma dalam pengembangan sanitasi lingkungan. Dalam sambutan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman H. Suharsono Adi Broto ST MM menjelaskan “Beberapa upaya bisa dilakukan misalnya pengelolaan air limbah skala komunitas berbasis masyarakat
Halal Bi Halal Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa tengah 2011
Halalbihalal sejatinya mengembalikan manusia pada fitrahnya yakni beribadah kepada allah. Saling memaafkan dan berbuat baik kepada orang lain inilah yang kedatangannya selalu ditunggu masyarakat Indonesia setiap tahun. Halalbihalal memiliki pesan universal islam untuk selalu berbuat baik, memaafkan orang lain dan saling berbagi kasih sayang. Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa tengah, Rabu (14/09) pukul 12.30 wib, menggelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1432 H. Tema yang diangkat pada acara ini yaitu, “Dengan Hikmah Halal Bi Halal Kita Tingkatkan Semangat Kebersamaan, Persatuan dan Kesatuan Mempertebal Iman dan Taqwa  dan Terciptanya Masyarakat yang Damai.” Acara yang digelar di Koenokoeni Cafe Gallery, Di buka oleh Hotma Ulitua YS, ST MT dilanjutkan    dengan sambutan oleh H.
Penanganan Sampah Sebelum Dan Sesudah Lebaran
Hari lebaran merupakan momen yang membahagiakan dan dinantikan oleh umat muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Tapi bagi jajaran Satuan Kerja PPLP Jawa Tengah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). momen ini juga merupakan tantangan untuk tetap menjaga kebersihan kota dari timbulan sampah yang umumnya meningkat saat menjelang dan pasca hari lebaran. Pada hari Rabu, Tanggal 24, Agustus 2011, pukul 15.00-16.00 WIB telah dilaksanakan Dialog Interaktif di RRI PRO 2 Semarang yang disiarkan secara langsung, dengan tema Penanganan Sampah Sebelum dan Pasca Lebaran. Narasumber dalam dialog interaktif di Radio RRI PRO 2 Semarang tersebut adalah Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH), Mulyanto dan Widianto ST Advisor Persampahan dari Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan
Sarasehan Penyedia Jasa Pada SatKer PPLP Jawa Tengah
Kegiatan Sarasehan Penyedia Jasa Pada Satuan Kerja Pengembangan PLP Jawa Tengah di buka oleh Kepala SatKer PPLP Jawa Tengah H. Suharsono Adi Broto ST MM yang diselenggarakan di Hotel Pandanaran JL. Pandanaran No. 58 Semarang. Acara dimulai pukul 11.00 hingga 17.45, dilanjutkan dengan buka bersama. Kepala Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Suharsono Adi Broto ST MM menjelaskan sarasehan dibagi 3 sesi. Ketiga sesi itu terdiri atas Good Corporate Governance Diskusi, Penilaian Tata Kelola Badan Usaha Jasa Konstruksi dan Penilaian Kinerja Penyedia Jasa. Narasumber dari acara “Sarasehan Penyedia Jasa” adalah Wibisono Setiowibowo,  MSc dan Ir. Kati Andraini. D, MPA dengan Moderator Ir. Dodi Krispratmadi, M. Env. E dan R. Nuzulina Ilmiaty
Pembangunan Kolam Retensi Semarang
Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dengan penduduk 1.434.000 jiwa pada tahun 2006. Letak Kota Semarang sangat strategis dalam konteks nasional maupun regional, tumbuh sebagai kota industri dan perdagangan yang pesat. Kota semarang tiap tahun dilanda banjir khususnya di musim hujan dan kekurangan air bersih di musim kemarau. Selanjutnya, di bagian pantai kota Semarang, pada 10 tahun terakhir terjadi amblasan (landsubsidence) yang terus berlangsung dan dipercepat adanya pengambilan air tanah berlebihan. Disisi lain pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan perekonomian yang cepat memperburuk kondisi sistem drainase kota Semarang, kapasitas drainase tidak mampu menampung kondisi tersebut disebabkan beberapa hal antara lain : 1.  Semakin besarnya daerah terbangun, berdampak semakin besarnya surface run off yang mengakibatkan
Partisipasi Perempuan Dalam Sanitasi
Keterkaitan perempuan dengan sanitasi secara sosio-kultural, sebagian besar perempuan Indonesia memiliki tanggung jawab lebih dibandingkan dengan laki-laki. Dari sejak melahirkan anak, membesarkan dan merawat anak-anak, mendidik anak, mengelola dapur, bahkan dalam mencari nafkah keluarganya. Lancarnya pemenuhan tanggung jawab para perempuan itu membutuhkan tersedianya fasilitas dan kondisi sanitasi yang sehat. Keterkaitan langsung antara perempuan dan sanitasi itu mencakup empat hal, yaitu Pekerjaan Rumah Tangga, Kesehatan Keluarga, Pendapat Keluarga, Budaya. (menurut Dr. Lula Kamal) pada acara ‘Partisipasi Wanita Dalam Sanitasi’ akhir-akhir ini di Gedung Dharma Wanita Semarang Dalam konteks pekerjaan rumah tangga, ketersediaan fasilitas sanitasi akan mengurangi beban perkerjaan rumah. Jika sarana air bersih tersedia, perempuan tidak harus mengambil air ke tempat yang jauh
Diseminasi Keteknikan Bidang Sanitasi
D ISEMINASI KETEKNIKAN BIDANG SANITASI (air limbah, Persampahan dan Drainase) yang diselenggarakan di Kota Solo (Hotel Kusuma Sahid ) 25-30 Juli 2011. Peserta diseminasi yang diwakili 35 kabupaten /kota se Jawa Tengah baik dari PU ataupun Bappeda. Program Nasional Penyediaan Prasarana dan Sarana Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) adalah salah satu Program Nasional guna penanganan infrastruktur di Perkotaan dan Perdesaan yang merupakan issue penting dalam peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Meningkatnya laju pembangunan saat ini dan di tahun-tahun yang akan datang di daerah Perkotaan, telah memicu peningkatan laju urbanisasi. Sedangkan dampak dari semua itu adalah meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai sektor.   Hal ini membawa pengaruh bagi kondisi pelayanan masyarakat,
Lomba Poster dan Karya Tulis
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan mengakibatkan permasalahan di bidang kesehatan berkembang kompleks. Beberapa upaya untuk meningkatkan penyehatan lingkungan permukiman telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan memfasilitasi beberapa kegiatan  diantaranya mengarah kepada peningkatan dan pengembangan air minum dan sanitasi perkotaan. Anak-anak Indonesia adalah salah satu aset yang sangat berharga bagi masa depan bangsa Indonesia. Kepada merekalah segala aspek kehidupan bangsa akan bergantung kelak. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan sangat menentukan kondisi bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, segala upaya perlu dilakukan untuk membina, membentuk, dan membekali mereka dengan segala jenis ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai macam keahlian, yang akan dapat mereka gunakan sebagai  bekal
Pengelolaan Persampahan Secara Regional
Saat ini hampir seluruh pengelolaan sampah berakhir di TPA sehingga menyebabkan beban TPA menjadi sangat berat, selain diperlukannya lahan yang cukup luas, juga fasilitas perlindungan lingkungan yang sangat mahal. Berdasarkan Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengeloaan Persampahan, masing-masing Pemerintah Daerah diperbolehkan melakukan kerjasama antar Pemerintah Daerah atau kemitraan dalam pengelolaan sampah. Demikian pula dengan kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat melakukan kerjasama dalam hal pembangunan TPA Regional. Perwujudan TPA Regional minimal harus melewati serangkaian prosedur seperti uji kelayakan, Masterplan, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Detail Engineering Design (DED), termasuk Instalasi Pengolahan Leachate (IPL) dengan konsep Sanitary Landfill/Control Landfill. Untuk mendorong upaya terwujudnya TPA Regional, Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan Surat Edaran No 658.1/9521/2007 ke seluruh
Artikel Terbaru
Ditulis tanggal : 01 - 07 - 2014 | 00:00:00

Kolam retensi yang telah dibangun Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementrian PU melalui Satker Pengembangan PLP Provinsi Jawa Tengah memasuki tahap pengecoran akhir, tepat di akhir bulan Juni 2014. Pembangunan kolam retensi yang dimulai tahun 2011 sudah memasuki tahap akhir, dan telah dilakukan seremonial tahap pengecoran akhir pada lokasi

Ditulis tanggal : 27 - 06 - 2014 | 00:00:00

Permasalahan drainase berkaitan erat dengan masalah sosial perkotaan, dengan perkembangannya kawasan bisnis dan perumahan sehingga berdampak pada alih fungsi lahan dari daerah resapan air menjadi daerah permukiman penduduk. Bertempat di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah (12/6), PT Widha memberikan paparan pendahuluan tentang Master Plan atau DED (Detail Engineering

Ditulis tanggal : 14 - 06 - 2014 | 00:00:00

Permasalahan drainase berkaitan erat dengan masalah sosial perkotaan, dengan perkembangannya kawasan bisnis dan perumahan sehingga berdampak pada alih fungsi lahan dari daerah resapan air menjadi daerah permukiman penduduk. Bertempat di Ruang Rapat Satker PPLP Provinsi Jawa Tengah (12/6), PT Widha memberikan paparan pendahuluan tentang Master Plan atau DED (Detail Engineering

ARTIKEL LAIN

Pemilihan Duta Sanitasi 2014 Provinsi Jawa Tengah
Tanggal 19 - 05 - 2014 | 00:00:00
Training of Trainer TFL Sanimas TA 2014
Tanggal 14 - 04 - 2014 | 00:00:00
Buku Tamu Terbaru
Sosialisasi 3R di SD N 1 Kretek Kabupaten Kebumen
Ditulis oleh Eko Budi Setyono, Spd , pada tanggal : 12 - 09 - 2012 | 11:01:55

Saya selaku Kepala Sekolah SD N 1 Kretek Kabupaten Kebumen mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tim 3R dari provinsi yang telah memberikan banyak ilmu tentang 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kepada murid-murid kami.


View Kantor Satker PPLP Jateng in a larger map